139 Tahun Lalu Erupsi Gunung Krakatau Guncang Dunia, Sebabkan 2 Pulau Tenggelam

139 Tahun Lalu Erupsi Gunung Krakatau Guncang Dunia, Sebabkan 2 Pulau Tenggelam

Tahun 1883 merupakan tak terlupakan bagi sejarah dunia. Sebab, pada tahun tersebut, telah terjadi sebuah bencana alam yang mahadahsyat. Pada 20 Mei 1883 adalah erupsi pertama Gunung Krakatau sekaligus menjadi titik awal Gunung Krakatau mengalami rangkaian erupsi hingga menjadi bencana alam terparah di belahan dunia.

Pada 20 Mei 1883, Gunung Krakatau memuntahkan awan panasnya pertama kali setinggi 9,6 kilometer ke udara. Dua bulan setelahnya, beberapa kapal yang berlayar di sekitar Gunung Krakatau melihat awan panas mulai keluar dan suara gemuruh terdengar dari dalam Gunung Krakatau.

Dilansir dari seorang Kapten Kapal Elizabeth dari Jerman melihat secara langsung awan warna abu keluar dari mulut kawah Krakatau.

139 Tahun Lalu Erupsi Gunung Krakatau Guncang Dunia, Sebabkan 2 Pulau Tenggelam

Letusan Gunung Krakatau 1883 Sebabkan 2 Pulau Tenggelam

Puncaknya pada 26-27 Agustus 1883, ketika Gunung Krakatau Meletus dan memicu trusnami dibarengi dengan hembusan awan panas yang menewaskan penduduk. Pada pukul 10.20, letusan Gunung Krakatau keluar dan diperkirakan setara dengan 150 megaton TNT. Karena ledakan itu, dua pulau tenggelam yaitu Pulau Danan dan Pulau Perbuwatan, kemudian sebabkan pula  tsunami hingga ketinggian 40 meter.

Suara letusannya bahkan terdengar hingga ke negara Australia dan  Srilanka selama kurun waktu 40 jam. Dikutip dari Jurnal Masyarakat & Budaya edisi 2014, pembiasan cahaya matahari menjadi warna lebih merah atau hijau dan perubahan suhu dan iklim karena letusan Gunung Krakatau juga terjadi di Eropa, Jepang, Amerika, dan Hongkong.

Melansir dari situ ini, selama tiga hari berturut-turut, Gunung Krakatau menyemburkan seluruh isinya, mulai dari abu vulkanik, batu apung, pasir, hingga batu lumpur panas. Semburan ini menyebar tidak hanya di gugusan pulau sekitar Gunung Krakatau, tetapi juga hingga ke ujung selatan pulau Sumatera dan ujung utara dan barat Pulau Jawa.

Di waktu yang sama pula, laut-laut disekitar Gunung Krakatau, mengalami goncangan dan gelombang tinggi disertai air panas. Bahkan getaran gelombang laut dan kenaikan suhu air laut terjadi di separuh pantai-pantai di dunia.